Happy Reading . . . "Sayang? sayangggg?" Bima menyerukan nama sang istri. Masih sangat pagi tapi area sampingnya sudah kosong saja. Sebenarnya setiap hari memang begini, tapi kali ini Bima terlalu ingin menemukan keberadaan istrinya lalu memeluknya erat. "Aku panggil-panggil kok nggak nyahut?!" protes Bima pada sosok wanita yang sedang sibuk dengan peralatan dapurnya. "Sejak kapan aktifitas masakku bisa diganggu?" sahut wanita itu. Cup! Bima mengecup pelipis istrinya hangat lalu memeluknya erat, begitu erat. Nella bahkan memprotesi tingkah anehnya itu, tapi Bima sama sekali tidak terganggu. "Kesuksesan suami berasal dari do'a istrinya," ucap Bima rancu. Nella tertawa geli, "habis nonton ceramah subuh?" "Kali ini bukan cuma teori," membuat tubuh Nella menghadap padanya, "berkat do'a

