Happy Reading . . . "Ah, enak banget!" Kavin berkata seraya napasnya berderu. "Nes, kamu nggak tidur, kan?" suara Kavin kembali mencuat, tak mendengar sahutan sosok yang sentuhannya tengah ia rasakan itu. "Mana bisa tidur?!" cicit Nesya begitu pelan, namun Kavin masih bisa mendengarnya. Bagaimana tidak? dengan posisi sedekat ini, hembus napasnya saja, masing-masing dari mereka dapat saling merasakan. "Ya bagus," sahut Kavin, "lagian saya masih belum puas." "Tapi saya udah capek, lemes." "Habisnya kamu pinter bikin saya rileks, katanya belum pernah?" "Belum pernah bukan brarti nggak bisa, kayak gini doang mah gampang." "Keenakan kali, kamu tuh." "Tapi lama-lama sakit juga," lenguh Nesya, "udah aja, ya?" "Keluar aja belum, masa udahan, nanggung," elak Kavin tak menyetujui, tapi sep

