PART. 1 SALSABILA ADAMS

736 Kata
Salsa baru pulang dari kantor ayahnya, mobil dijalankan dengan kecepatan sedang. Ditengok jam di pergelangan tangannya. Pukul 11.14, masih terlalu dini untuk makan siang. Tiba-tiba pandangannya terpaku, pada apa yang dilihatnya lewat kaca spion mobil. Ia menghentikan mobil di tepi jalan, tidak jauh dari mobil yang dilihatnya. Nalurinya mengatakan, kalau sedang terjadi hal yang tidak baik di sana. Seorang wanita usia sekitar 30 tahun, berseragam babysitter warna merah muda, tengah dipaksa turun dari sebuah mobil, oleh dua orang bertubuh besar. Tampak seorang pria berusia sekitar 40 tahun, berusaha melawan kedua orang itu. Suara tangisan anak kecil, yang dipaksa ke luar dari dalam mobil, membuat Salsa segera turun dari dalam mobilnya. Salah satu dari pria bertubuh besar itu, mencengkeram kuat pergelangan gadis kecil yang ditarik paksa ke luar dari dalam mobil. Gadis kecil itu meronta, sambil menangis dengan suara keras, ia berusaha melepaskan diri dengan kemampuan bocahnya. "Lepaskan anak itu!" Salsa sudah berdiri di hadapan pria yang tengah memaksa gadis kecil itu. "Jangan ikut campur dengan urusan kami!" Pria itu memandang Salsa dengan tatapan garang. "Maaf, karena saya melihat anda melakukan kekerasan pada anak kecil, jadi tidak bisa untuk diam saja." "Menyingkirlah kalau tidak ingin celaka!" "Aku akan pergi, kalau kalian tidak mengganggu anak ini lagi!" "Kamu menantang kami!? Jangan dipikir aku akan segan pada seorang wanita, kalau kamu tetap ikut campur, aku tidak akan segan melukaimu!" Kedua pria itu sudah berdiri menghadapi Salsa. Pegangan pria besar itu pada tangan si gadis kecil terlepas. Salsa memberi kode, agar pria yang sepertinya seorang supir, dan wanita babysitter, agar segera membawa gadis kecil itu pergi dari sana. Salsa berusaha mengalihkan perhatian kedua pria besar itu, dengan memasang kuda-kuda, bersiap untuk melawan kedua pria besar itu. Mereka bertarung dua lawan satu. Mobil yang membawa gadis kecil itu segera berlalu, kedua pria yang menyadari telah teperdaya, ingin menjadikan Salsa sebagai sasaran kemarahan mereka. Salsa tidak mundur barang sejengkalpun, ia masih dalam posisi siap meladeni serangan kedua pria itu, tapi belum lagi kedua pria itu menyerangnya kembali, beberapa mobil yang melintas berhenti, dan berniat membantu Salsa. Melihat semakin banyak orang yang ingin melawan mereka, kedua pria besar itu segera kabur dengan menaiki motor mereka. "Siapa mereka, kenapa ingin menyerangmu?" Tanya salah seorang yang ingin membantu Salsa. "Mereka cuma preman yang suka memalak orang," sahut Salsa dengan memberikan senyumnya, sebagai tanda terimakasih kepada beberapa orang yang sudah berniat membantunya. -- Salsa mengernyitkan keningnya, kejadian yang sama dua hari lalu terjadi lagi, di tempat yang sama, di jam yang sama. "Kamu lagi! Kali ini kami tidak akan bisa terperdaya lagi. Jon, hadapi gadis ini!" pria yang memegangi lengan gadis kecil, meminta temannya untuk menghadapi Salsa. Salsa berhadapan dengan Si Jon, mereka berdua sama-sama memasang kuda-kuda. Perkelahian terjadi dengan sengitnya, menimbulkan perhatian dari pengguna jalan lainnya. Lagi-lagi dua orang itu kabur dengan motor mereka. Salsa mengucapkan terimakasih pada orang-orang yang berniat menolongnya. Setelah orang-orang itu pergi, Salsa mendekati orang-orang yang ingin ditolongnya. "Terimakasih, Mbak, ini sudah kedua kalinya Mbak menolong kami. Kenalkan, nama saya Jumiati, dan ini Mang Soleh." Wanita berseragam babysitter itu menganggukan kepala penuh rasa terimakasih pada Salsa. Salsa membalas dengan senyuman di bibirnya. "Terima kasih ya, Kak, sudah menolong Tari." Gadis kecil itu mendongak, ia menatap wajah Salsa. Salsa berjongkok di depan gadis kecil itu. "Hallo, nama Kakak, Salsabila, kamu bisa panggil Kak Caca, namamu siapa, Sayang?" "Namaku Mentari Putri Dewi, umurku 7 tahun, aku kelas 1 SD, Kakak bukan orang Indonesia ya? Mata Kakak biru, rambut Kakak juga tidak hitam seperti rambut Tari, nama panjang Kakak siapa?" Gadis kecil bernama Tari itu beruntun memberikan pertanyaan pada Salsa. "Kakeknya Bunda Kakak, orang Amerika, nama panjang Kakak Salsabila Ayu Dewi Putri Adams Rizaldi." Mata gadis kecil itu membesar. "Nama Kakak panjang sekali. Eeh tapi ada Dewi Putri juga, sama seperti nama aku yang ada Putri Dewi. Kakak mau tidak antarkan aku sampai ke rumahku?" Tari menatap Salsa dengan penuh harap. "Ehmm bagaimana ya?" "Mau ya, Kak, Tari takut orang-orang itu nanti mengganggu lagi." Tari menggoyangkan lengan Salsa pelan. "Baiklah, tapi Kakak pakai mobil Kakak sendiri ya." "Iya, ayo, Mang, Sus, kita pulang." Tari masuk ke dalam mobil, diikuti supir, dan pengasuhnya. Mobil Salsa berada di belakang mobil yang dinaiki Tari bersama supir, dan pengasuhnya. Mobil berhenti disebuah rumah besar yang mewah, catnya di d******i warna putih, dan abu-abu, pintu pagar dibuka oleh seorang Satpam yang berjaga. Mobil Salsa masih membuntuti mobil di depannya. **BERSAMBUNG**
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN