23. Lala dan Lulu

1283 Kata

"Ris, gue udah cafe ya dengan Rizal, lo dimana?" tanya Karin melihat jam di tangannya Risti sudah telat lima belas menit dari waktu perjanjian. "Bentar lagi sampe kok tungguin ya." balas Risti diseberang sana. "Yang, aku kok deg-deg an mau ketemu Mbak Risti, lebih horor dari pada ketemu ayah dan ibu kamu." Rizal bergidik ngeri. "Emangnya sahabat gue pocong," rajuk Karin sambil manyun. "Jangan manyun gitu dong ah...ntar tambah ubannya lho," goda Rizal. "Ishh, apaan sih!" Karin terlihat kesal dengan sikap Rizal. "Maaf ya Mbak Karin sayang. Jangan ngambek dong." Karin masih menghindarkan pandangannya dari mata Rizal. Cuupp Secepat kilat Rizal mencium pipi gembil milik Karin. "Ihh, jangan cium-cium." Karin mengusap kasar pipinya. "Waduh ... masih sore udah m***m aja nih calon pengant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN