"Ya Allah apa yang sudah kukatakan, Astaghfirullah." Bambang berada di lift menuju lantai dasar tempat parkir motor, dengan hati gusar, air mata sudah menggenang dipelupuk mata. " Ya Allah...Ya Allah." Bambang tersedu, merasakan dadanya seperti terhimpit batu besar. Karin dan dibantu beberapa staf Risti mengangkat tubuh lemah Risti masuk ke ruangan. Karin sangat khawatir dengan keadaan Risti. Setelah beberapa saat Risti kembali sadar. "Karin, apakah kamu dengar yang dikatakan Bambang tadi?" tanyanya lirih dengan air mata yang sudah merembes dikedua pipinya. Karin mengangguk. "Sabar ya, Ris." Karin mendekati bos sekaligus sahabatnya itu lalu dipeluknya erat. "Hiks...hiks... aku yang salah Rin, aku yang salah, aku menyesal... hiks." Risti merutuki dirinya sendiri, suara tangisannya semak

