Bambang masih terlelap saat Risti membuka mata dan memperhatikan jam dinding masih pukul 03.00 shubuh dan lampu sudah menyala. Seluruh badannya terasa ngilu apalagi bagian intimnya. "Astaghfirulloh." Dengan suara pelan tercekat Risti kaget melihat bercak darah di seprei. Mendadak wanita itu ketakutan Bambang menyadari akan kebohongannya. Cepat Risti membetulkan posisi tubuhnya menutupi bercak tersebut dengan tubuhnya. "Kok udah bangun?" ucap Bambang dengan suara serak. "Mmhh ... iya aku kebangun." ucap Risti gelagapan. "Ayo tidur lagi, belum shubuhkan?" ajak Bambang sembari menarik tubuh Risti ke pelukannya. Masih dengan mata terpejam. "Mmmhh....Apa boleh satu kali lagi?" tanya Bambang berbisik di telinga Risti. "Ish apaan sih? " Risti bersemu merah. "Ya udah kalau gitu tidur yuk."

