15. Tragedi Sarung

1113 Kata

Sudah pukul 10 malam, Bambang menatap wajah Lala dan Lulu yang sudah tertidur lelap. Bambang menyunggingkan senyum tipis, bahagia rasanya melihat adik-adiknya terlihat sangat terurus, pakaiannya, sekolahnya, kamarnya, tubuh mereka saja kelihatan lebih berisi, terutama Lala pipinya kelihatan sangat bulat. "Terimakasih," gumam Bambang pelan, merasa sangat bersyukur dengan kehidupannya yang sekarang, mungkin memang sudah takdir Allah yang harus dia jalani. "Hhm ... dia masih marah soal tadi siang, tak apalah malam ini aku tidur di sini saja," ucap Bambang dalam hati, sambil meletakkan kepalanya di sofa depan televisi. "Mungkin orang kaya kalau ngambek begitu ya," lanjutnya lagi sambil matanya menatap lantai atas dimana kamarnya berada. Risti mengunci pintu kamar dia tidak mau berbicara de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN