21. Kehilangan

821 Kata

Bau menyengat dari ruang operasi sangat membuat Bambang frustasi, dadanya sesak tak tertahan, air mata sudah mengering di pipinya seakan tak mampu lagi untuk mengeluarkannya. "Ya Allah, apakah ini yang harus aku terima untuk menghapus semua dosaku kepada istri dan anakku," gumamnya lirih dalam hati. Sudah dua jam lebih Risti di dalam ruangan operasi, Bambang gelisah mondar-mandir di depan ruang operasi, sedangkan Karin dan Edward duduk dengan wajah beku. Rizal ke rumah sakit lagi, setelah mengantarkan kembali ayahnya ke rumah. "Sabar ya Bro, semoga anak dan istri lo bisa bertahan," ucap Rizal lemah sambil menepuk pundak Bambang menenangkan. "Gue yang salah Zal, gue bukan suami dan ayah yang baik, gue..." Bambang kembali terisak tak sanggup melanjutkan kata-katanya, dipeluknya tubuh Riz

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN