Part 27

1410 Kata

"Nurma, bagaimana usahamu? Kudengar baru buka cabang kedua, ya?" tanya Bude Tutik memecah keheningan. "Em ... Iya Alhamdulillah, Bude. Ternyata Tuhan itu tidak tidur Bude, dibalik sakit ini ternyata terselip sebuah kejutan dari Tuhan," jawabku setengah menyindir. Para keluarga Mas Bayu menundukkan kepala setelah aku memberikan pukulan telak pada mereka. Aku memang wanita polos dan pendiam. Tapi sekali aku disakiti maka pembalasanku akan jauh lebih kejam dari apa yang telah mereka lakukan. "Yasudah, minum dulu sembari menunggu Bang Hamid datang," sahut Bude Tutik mengalihkan pembicaraan. Aku pun lantas menyeruput teh yang telah disediakan sembari mengecek beberapa pesan yang telah masuk ke dalam ponsel. Ternyata ada sebuah pesan balasan dari Deva yang belum sempat kubuka. [Baik, aku j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN