Janda Terhormat (4) "Bukankah hubungan kita baik-baik saja? Lalu, apa yang hendak di perbaiki?" tanyaku saat Adit telah menyelesaikan kata-katanya. Dia terlihat canggung, lalu menggaruk tengkuk lehernya. Sebenarnya aku paham betul dengan kata-katanya, hanya saja aku sedang ingin berusaha menjauh darinya agar Reina tidak memojokkanku terus menerus. Aku memang seorang janda, tapi bisa kupastikan bahwa statusku ini akan menjadi status yang tak mudah direndahkan oleh orang lain. Terlebih menyandang status sebagai perebut suami orang, aku harap hal itu tidak akan terjadi padaku. "Em ... Bukan begitu. Maksudku ...." "Oh, maaf. Laporannya sudah, kan? Aku permisi dulu ya, Pak," ucapku asal memotong pembicaraannya, karena memang aku sedang ingin sedikit menjauh darinya. Andai saja, sikap mani

