Janda Terhormat (5) Shima makan dengan lahap. Usianya yang masih kecil membuatnya terlihat sangat menggemaskan ketika disuapi oleh pengasuhnya. Badannya tak begitu gempal, tapi dia makan sangat banyak. "Enak, Tante," ucapnya saat pengasuhnya memberikan suapan terakhirnya. Aku tersenyum, lalu menyodorkan minuman padanya. Mega menungguku yang masih menemani Shima makan siang, dia juga terlihat sangat gemas dengan tingkah Shima. Usianya masih sekitar empat tahun, tapi bicaranya sudah sangat fasih, bahkan dia terlihat lebih dewasa dari usianya. Entah kenapa, atau juga pengaruh akibat perpisahan kedua orang tuanya. "Kenyang, Sayang? Sudah mau sore, pulang, yuk," ajak pengasuhnya yang bernama Mbak Mirna. Shima mengangguk, tapi menolak untuk diajak pulang oleh Mbak Mirna. Aku dan Mega salin

