Janda Terhormat (6) "Apa katamu? Shima hilang? Bukannya tadi habis bertemu denganku?" ucapku seakan tak percaya dengan perkataannya. Adit terlihat cemas, sepertinya apa yang dikatakannya benar-benar terjadi. Namun, bagaimana bisa sedangkan Shima saja di jaga oleh pengasuh dan juga sopir pribadinya. Lagipula usai Shima masih sangat kecil, kecil kemungkinan jika dia melarikan diri atau hilang begitu saja. "Cepat masuk! Ikut bersamaku mencarinya," tutur Adit membuatku semakin gugup. Dengan langkah tergopoh aku hanya menutup pintu dan pagar rumah, lalu masuk ke dalam mobilnya lalu melesat pergi. Bahkan aku sama sekali tidak memperdulikan rasa penat yang sedang melanda tubuhku. Kepergianku dengan Adit hanya bermodalkan ponsel dan baju seadanya, karena memang aku telah bersiap hendak beris

