"Baik gue selaku moderator akan memonitor jalannya rapat pada malam hari ini, untuk rapat kali ini bakal dibuka dulu sama ketua kita. buat Kevin di persilahkan." ucap Rasya selaku moderator pada malam hari ini
"Baik rapat kali ini gue mau para koordinator mempresentasikan apa aja yang udah jalan dan mana aja yang udah siap, untuk itu aku mau dimulai dulu dari divisi acara."
"Kalau dari kita divisi acara semuanya udah aman, cuman nanti dilapangan kita bakal ada konser amal kecil kecilan kan jadi kita butuh sound sistem" ucap salah satu anggota OSIS
"Kalai dari divisi konsumsi itu kalian gak perlu khawatir semua udah siap seratus persen, Icha jamin itu." ucap Icha selaku koordinator konsumsi
"Baik kalau untuk divisi perlengkapan udah semua paling yang minus itu sound sistem yang dibutuhkan oleh divisi acara, kita bakal usahain pasti itu ada." ucapa salah anggota lainnya.
"Kalau dari divisi administrasi itu udah semua, undangan para sponsor udah disebar sama undangan para angkatan juga udah kita sebar. untuk masalah izin juga udah kita tinggal tunggu aja konfirmasi dari kepolisian." ucap salah satu anggota administrasi.
"Oke jadi itu presentasi dari tiap-tiap divisi, mungkin ada saran atau tambahan dari wakil kita, Shenna dipersilahkan." ucap kak Rasya
"Dari yang aku liat ini udah oke banget, cuman lagi lagi aku mau mastiin dulu soal dana gimana? jadi untuk bendahara bilang aja kalau ada yang kurang biar nanti kita pecahin masalahnya disini." ucap Shenna memastikan keamana soal dana.
"Masalah dana itu udah aman juga, kemarin divisi Humas udah bekerja keras banget hingga masalah anggaran ini ketutup malah lebih lagi" ucap Aliska selaku bendahara umum OSIS.
"Oke pembahasan kali ini sampai sini dulu, untuk lanjutnya kita bakal bahas di rapat final check nanti." ucap Rasya untuk menutup rapat pada malam hari ini
Setelah melakukan rapat, seperti biasa anak-anak OSIS ada yang asik melakukan live i********:, buat video t****k, maen game, nyanyi bareng, main kartu dan malah ada yang pacaran pula. tapi Shenna berbeda, dia malah asik membaca buku dan hal itu cukup mencuri perhatian seseorang yaitu Kevin, sedari tadi hanya memandangi Shenna, memandang dengan penuh kekaguman akan gadis pujaannya itu.
"Woy lah bro, jangan dipandang terus dong, sekali kali di samperin. Mumpung lagi duduk sendirian tuh." ucap Rasya sambil menepuk pundaknya Kevin.
"Paansih Lo." Ucap Kevin.
"Mau sampe kapan Lo pandang kek gitu? kalau menurut gue ya mending Lo tembak aja, toh juga selama ini respon Shenna baik ke Lo." ucap Rasya
"dengan kelakuan Lo kayak gini gak manly tau." lanjutnya. Namun bukannya membalas perkataan temannya itu, Kevin malah mengambil smartphone nya, membuka kamera lalu memotret Shenna walau dari kejauhan. Jujur saja shenna sangat terlihat cantik malam ini terlihat sangat girly, rambut di gerai tambah jepitan bintang di samping kirinya. jika dilihat Shenna memiliki kecantikan yang natural, wajah chubby serta mata bulat dan bibir warnah merah jambu yang sangat terlihat plumvi, itu semua membuat kecantikan nya beda dari pada yang lain. soal masalah proposi tubuh Shenna juga tidak kalah, bodynya juga bagus, tidak gendut dan tidak kurus.
>>>>>>>>>>>
Kerlap kerlip lampu serta musik yang dimainkan oleh DJ di cluubing menambah suasana clubbing makin seru, dan panas. Minuman mahal itu tersaji dengan baik disalah satu meja VIP yang dipesankan oleh tuan clubbing buat sahabatnya itu yang sudah jarang kemari.
"Sayang aku pulang dulu yah, aku harus jemput seseorang." Ucap Renal, ia sangat gelisah kala melihat jam ditangganya sudah mengarah ke jam yang sangat malam.
"Lo lihat kan Arman? Baru aja beberapa jam disini dia mau pulang. Emang berubah banget setelah jadi CEO." Cibir Bella, ia sangat kesal dengan Renal yang akhir-akhir ini susah untuk diajak ketemu.
"Bukan gitu sayang, keadaan aku sekarang sulit banget buat aku jelasin ke kamu."
"Yang Bella bilang benar bro, ini aja Lo nggak minum walau segelas aja. Nggak ngehargain kita Lo." Ujar Arman. Memang sedari tadi Renal menolak semua gelas yang mereka sodorkan padanya, Renal sadar bahwa ia masih harus mengemudi.
"Kalau kamu pulang, aku ikut pulang. Antarin aku kerumah." Ucap Bella.
"Rumah kamu beda arah sama aku, bisa-bisa aku mutar. Aku harus cepet pulang, aku harus jemput Shenna, kasihan dirumah nggak ada siapa-siapa." Jelas Renal, ia menolak untuk mengantarkan Bella.
"Apa? Tunggu, kamu bilang nggak ada siapa siapa dirumah?." Tanya Bella, Renal membalasnya dengan mengangguk.
"Yaudah kalau gitu malam ini aku mau tidur dirumah kamu aja, mumpung mama dan papa kamu nggak ada kan." Ucapnya, Renal pun mengiyakan keinginan kekasihnya itu.
Renal dan Bella adalah pasangan yang sudah lama berpacaran, bahkan Renal sendiri pernah melamar Bella untuk menjadi istrinya, dan ketika Renal membawa kekasihnya itu di rumah, dan menyampaikan keinginannya pada kedua orang tua untuk menikahi bella. Namun yang ada keinginannya itu ditentang oleh mama dan papanya, terutama mama Renata, ia sangat tidak suka dengan Bella.
Kalau soal kasta Renal rasa tidak mungkin menjadi alasan mamanya menolak Bella, karena Bella sendiri merupakan anak orang kaya juga, papanya Bella memiliki perusahaan s**u. Selama ini juga mama Renata tidak memberi alasan yang konkret tentang penolakannya pada sang kekasih. Renal sendiri juga tidak bisa membantah mamanya, ia hanya berharap hubungan ini segera direstui.
>>>>>>>>>>>>>>>>>
Sudah hampir sejam Shenna menunggu Renal yang kunjung datang, merasa kesal. Untungnya ada Kevin yang masih setia menemani dirinya menunggu jemputan, Kevin juga sudah menawari akan dijemput namun ditolak olehnya, ia takut jika nanti menerima tawaran Kevin malah menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Apalagi ia sudah sedikit mengenal Renal, ia dapat membaca bahwa Renal termasuk orang yang sulit mengendalikan emosinya.
Sudah asik terlibat obrolan dan beberapa lelucon dari Kevin membuat Shenna melupakan bahwa ia sedang menunggu seseorang, orang yang tunggu pun akhirnya datang. Dari dalam mobil orang itu terlihat sedikit mengeraskan rahangnya kala melihat pemandangan yang ada didepannya saat ini.
Shenna yang sadar mobil Renal terparkir di depan mereka, akhirnya mengakhiri obrolannya. Dari raut wajah Kevin terlihta kecewa, Kevin ingin dirinya lebih lama berdekatan dengan Shenna, apalagi mendengar Shenna tertawa. Renal yang turun dari mobil memberikan tatapan tajam pada Kevin, Kevin sendiri tak mau kalah, ia juga membalas tatapan Renal pada dirinya.
Shenna yang melihat Kevin dan Renal yang saling tatapan seperti itu, segera menarik Renal. Renal membukakan pintu untuk Shenna, yang membuat Shenna kaget Renal membuka pintu belakang bukan pintu didepan, dan ternyata di bangku depan ada seseorang. Setalah masuk dalam mobil perempuan itu memberikan senyum pada Shenna, mungkin ini tunangan yang tak direstui yang bi Ratih katakan. Shenna melihat perempuan itu begitu seksi, selain seksi perempuan itu juga sangat cantik dan itu Shenna akui.
"Hai, aku Bella tunangannya Renal." Ucap Bella memperkenalkan dirinya pada Shenna.
"Iya, aku Shenna."
"Kamu anaknnya Almarhum pak Satrio kan? Turut berduka cita yah. Aku dan ayah kamu dulu akrab, dulunya kalau Renal suka telat jemput aku, ayah kamu yang jemput aku." Ucap Bella menceritakan tentang kedekatannya juga dengan almarhum ayahnya Shenna.
"Kamu anak OSIS juga?." Tanya Bella pada Shenna.
"Iya kak."
"Hahah, pertahankan barang kali ketemu jodoh. Kayak aku sama Renal, dulu Renal itu ketua OSIS. Kita pacaran karena OSIS, aku dulunya bendahara umum." Ucap Bella. Sementara Renal terlihat sibuk mengemudi saja. Sekarang Shenna paham kenapa Renal tak suka dengan organisasi itu, mungkin saja Renal tak mau bila Shenna terjalin asmara di organisasi seperti dirinya, namun apa masalahnya jika sampai terjalin asmara? Apakah semua ini menjadi urusannya juga? Demi apapun Shenna sangat sulit mencari alasan yang konkret mengapa Renal setidak suka itu jika Shenna ikut OSIS.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Sampailah dirumah, shenna langsung turun dengan cepat dari mobil, sedari perjalanan Shenna sangat mual melihat keromantisan antara Renal dan Bella. Apalagi sekali kali Shenna melihat Bella mengecup pipi Renal, tangan Renal juga tergolong nakal menurut Shenna, pasalnya Renal menaruh tangannya pada paha mulus milik Bella yang bertepatan Bella mengenakan rok yang begitu pendek. Entahlah mungkin karena lama mengenyam pendidikan diluar negeri membuat gaya pacaran mereka sedikit kebarat-baratan.
"Sayang, aku tidur dengan kamu aja yah, aku takut tidur sendirian." Pinta Bella.
"What? Tidur sekamar? Hello, this is Indonesia oke. Dimana kita memiliki budaya ketimur timuran." Monolog Shenna dalam hati, ia kaget mendengar keinginan Bella ingin tidur sekamar.
"Kak Bella nginap disini?." Tanya Shenna untuk memastikan yang ia dengar tidak salah.
"Iya Shenna, kenapa?." Jawab Bella.
"Oh nggak gitu, tidur bareng aku aja kak kalau Kakak takut tidur sendirian." Tawar Shenna pada Bella, kali ini Shenna akan membalas semua perlakuan Renal, tidak akan Shenna biarkan Renal melakukan maksiat dirumah ini.
"Yang Shenna bilang benar sayang, kamu tidur aja sama dia yah." Ucap Renal.
"What? Dia malah yes kalau pacarnya tidur bareng aku? Harusnya dia marah dong." Monolog Shenna dalam hati, ia kaget dengan respon Renal yang langsung setuju Bella tidur bersamanya.
"Tapi aku maunya tidur sambil peluk kamu." Ucap Bella bisik-bisik.
"Nggak bisa sayang, kita belum nikah. Aku takut nanti aku lakuin hal-hal yang diluar batas." Ucap Renal.
"Yaehlah sok banget takut diluar batas, dimobil aja tangan udah kayak materai nempel terus." Monolog Shenna lagi dalam hatinya.
"Kalau gitu kiss dulu dong." Pinta Bella seperti anak kecil. Bella pun mengalungkan tangganya di pundak Renal, mereka pun saling bertautan, melihat itu Shenna segera pergi.
"Idih jijik banget sumpah, dipikir aku cuman nyamuk kali." Monolog Shenna yang sedang menaiki anak tangga menuju kamar. Tidak peduli mereka yang ia tinggal dibawah mau ciuman berapa jam.