Malam harinya, pertengkaran antara nyonya Kim dan tua Robert pecah. Perempuan itu merasa dikhianati oleh suaminya sendiri. Tanpa bernegosiasi, tuan Victor malah menyetujui rencana pernikahan putera mereka bahkan tak melibatkannya. Murka nyonya Kim tak terbendung. "Dianggap apa aku ini? Demi seonggok daging sampah yang pahanya sudah berulang kali terbuka di tubuh p****************g, kalian tega mengabaikan aku?!" Tuan Robert memijit keningnya. Setiap kali mendengar sang istri berteriak seperti itu, dia yang tidak punya riwayat hipertensi, seolah terserang penyakit itu. Darahnya seketika mendidih, menyulut emosi, ingin rasanya ia menampar mulut istrinya yang kadang sudah keterlaluan. Namun, bagaimanapun, nyonya Kim adalah seorang perempuan yang sangat dicintainya. "Coba jaga bicaramu,

