Ayara masih tak percaya bahwa dua jam yang lalu, Victor melamarnya. Ia kira, makan malam tadi hanya sekedar perayaan biasa karena mereka sudah kembali berbaikan. Ternyata, yang ia dapatkan justru hal yang lebih indah dari sekedar makan malam romantis. Sekarang, Ayara masih tak bisa tidur. Kepada Victor, Ayara meminta waktu untuk tetap berada di apartemennya selama beberapa hari. Lelaki itu setuju meski cukup berat melepas Ayara untuk tak tinggal bersamanya walau hanya sementara. Ayara memandang cincin yang kini melingkari jari manisnya. Ia merasa ini adalah malam paling membahagiakan di dalam hidupnya. Seumur hidup, setelah Ayara memutuskan menjadi seorang perempuan panggilan kelas atas di bawah asuhan madame, dia kira dia tidak butuh lelaki untuk menjadi suami. Ternyata, perkiraan itu

