"Victor?" Ayara bertanya dengan nada sengau. Victor menarik tipis bibirnya. Wajahnya masih datar dan sedikit sinis memandang Ayara. "Mengapa membohongiku?" Lelaki itu balik bertanya ketika ia sudah sampai di sisi ranjang Ayara. Ayara mengalihkan lagi pandangannya ke arah televisi. "Aku tidak membohongimu." Ayara berkata singkat. "Tidak katamu?" Victor sedikit membungkuk dan menunduk. Posisi Ayara yang setengah duduk di atas ranjang rumah sakit memudahkannya untuk meraih dagu perempuan cantik yang masih nampak pucat itu. Mau tak mau, pandangan keduanya jadi bertemu. "Ya. Aku tidak membohongimu, aku hanya tidak mengatakan bahwa aku pergi ke club malam itu." Ayara masih mencoba menyangkal. Walau ia tahu, setidaknya ia memang sudah melakukan kebohongan kecil kepada Victor karena lela

