Ayara baru saja kembali dari butik langganannya saat ia menemukan nyonya Kim sedang berdiri membelakanginya di ruang utama. Ayara menarik nafas panjang sebab ia tahu, perempuan paruh baya itu pasti akan kembali menabuh genderang perang. Para pelayan tidak ada yang berani untuk mendekat. Lili terlihat menunduk meski ia tetap mengawasi kedua orang yang sedang bertatapan itu. "Maaf, Nyonya, aku tidak tahu nyonya akan datang." Ayara mencoba tetap bersikap ramah meski yang ia dapat dari nyonya Kim tak lain hanya tatapan penuh kebencian. "Perempuan sepertimu, memang hanya bisa menghabiskan uang para lelaki saja!" dengus nyonya Kim sembari menatap beberapa tentengan kantung belanja yang ada di tangan Ayara. Ayara mencengkram kuat kantung belanjanya yang berada di samping tubuh. Ia tidak mau

