"Hai, Sayang," sapa Victornpada seorang gadis yang menjadi kekasihnya, yaitu Dasya. "Hai," sahut Dasya sembari membalas pekukan hangat Victor. Beberapa hari ini Victor sangat sibuk, jadi dia tidak bisa menemui Dasya. Akibatnya, Victor harus menahan rindunya karena biasanya Dasya selalu bersamanya. "Sekarang.... bulan purnama, bukan?" tanya Victor. Membuat senyuman Dasya langsung hilang. "Kau benar-benar ingin melakukannya?" Victor mengangguk, menanggapi pertanyaan dari Dasya. Membuat gadis berambut panjang itu menghela nafasnya pasrah. "Ayo, kita temui Wonwon," ujar Dasya. Lalu, mereka berdua pergi menggunakan kuda untuk menuju kediaman Wonwon yang tinggal di pelosok desa. Tidak memakan waktu lama, sebab Victor memacu kudanya dengan begitu cepat. Dasya sampai menggerutu kesal, karena
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


