"Kalau iya kenapa?" Zora mengulangi pertanyaan Carlos. "Kalau iya, kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku?" "Kalau aku mengatakannya, maka kau tidak akan sama lagi seperti ini," jelas Carlos. Namun, Zora masih terlihat begitu bingung. "Tidak akan sama, apa maksudmu?" tanya Zora kembali. Kali ini sembari menahan lengan Carlos agar tidak melangkah pergi. "Kau pasti akan sombong dan melakukan semaumu karena kau adalah Mate—ku," ucap Carlos. Membuat Zora mengerutkan alisnya bingung. "Aku Mate–mu atau bukan, aku akan tetap menjaga perilakuku, Carlos. Jadi tidak ada hubungannya dengan itu," cetus Zora karena merasa tidak terima oleh apa yang Carlos pikirkan tentang dia. "Kau pasti punya alasan lain, 'kan?" Mendengar pertanyaan bertubi-tubi dari Zora, Carlos hanya menghela nafasnya gusa

