Pagi itu, udara terasa berbeda. Langit sedikit mendung, tapi cahaya matahari masih menembus lembut sela-sela pepohonan di halaman rumah singgah. Dari kejauhan, burung-burung berkicau seolah hendak memberi semangat pada mereka yang akan berangkat ke medan perang. Sekar berdiri di dekat taman kecil, mengenakan kebaya hijau muda yang memancarkan kesederhanaan dan keanggunan sekaligus. Kain jarik bermotif parang menghiasi langkahnya yang tenang. Rambutnya disanggul rapi, disematkan tusuk sanggul pemberian Mahesa—yang kini berkilau lembut terkena sinar matahari pagi. Ia terlihat begitu damai, seolah seluruh semesta bersekutu menjaganya. Tapi di balik ketenangan itu, ada kecemasan yang tak bisa disembunyikan. Dari kejauhan, Mahesa berdiri di balik barisan prajurit yang tengah bersiap. Pandang

