Dengan langkah yang pasti, Keenan membawa Laura ke tengah para koleganya dan ia memperkenalkan Laura pada mereka sebagai tunangannya. "Kami bertunangan belum resmi, nanti saya akan mengundang kalian. Tenang saja," ucap Keenan pada salah seorang koleganya yang protes saat Keenan membawa tunangannya sedangkan mereka belum pernah datang ke acara bahagia lelaki itu. "Jadi, kapan peresmiannya?" tanya orang itu lagi. "Nanti, tunggu dia lulus kuliah dulu," jawab Keenan. "Astaga, Keenan! Jadi, kamu menjadikan mahasiswi sebagai kekasih?" kejutnya. "Mau bagaimana, Pak?" tanya Keenan. "Hati saya sudah mutlak untuk dia," sambungnya. Sementara Keenan asik berbicang, Laura yang berdiri di sampingnya, ia hanya bisa sesekali tersenyum. Laura merasa bahwa Keenan sudah membuktikan ucapannya sesa

