Chapter 72 : Won't Go.

1055 Kata

Setelah dua hari beristirahat, Laura pun akhirnya bisa beraktifitas ke luar rumah atas izin Keenan. "Planning hari ini apa, Ra?" tanya Hanna. "Aku mau bersihin rumah, Kak. Soalnya, sepertinya Mama dan Papa akan kemari," sahut Laura. "Butuh bantuan?" tanya Hanna. "Atau aku cari yang mau bersih-bersih rumah dalam sehari aja?" tawarnya. "Takut ngerepotin, Kak. Nanti aku aja yang bersihin pelan-pelan," sahut Laura. "Ide Kak Hanna ada bagusnya juga, Ra. Daripada kamu kecapean dan jadi sakit beneran, 'kan?" timpal Keenan. "Nimpal aja yang baru bangun," sungut Laura. "Lagian kamu ini, dikasih yang mudah, malah memilih jalan yang susah," sahut Keenan. "Yasudah, terserah kalian saja. Aku ikuti apa mau kalian," ucap Laura. Laura nampaknya sedang kesal dengan dua orang di hadapannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN