Momen di mana Laura akan dibuat tegang oleh keadaan pun tiba. Ketika ia sudah mendengar sebuah taksi berhenti depan rumah, ketika ia mendengar suara bel rumah dibunyikan dan ketika ia mendengar suara sang Mama memanggil namanya. Laura segera berjalan menuju pintu utama untuk membukakan pintu untuk sang Mama. Gadis itu langsung memeluk Mamanya dengan erat, meski merasa sedikit canggung karena ada sang Papa tiri dan kedua adik tirinya juga. "Ayok masuk," ucap Laura sembari membantu Mamanya membawa beberapa barang. "Kak Laura masih kuliah, 'kan?" tanya seorang anak lelaki yang masih berusia kisaran 8 tahun. "Namanya siapa, Ma?" bisik Laura pada sang Mama. "Namanya Arga," sahut sang Mama. "Masih, Arga," Laura menjawab pertanyaan yang Arga ajukan padanya. "Kalau kamu?" tanyanya.

