Chapter 75 : Moment of Truth

1143 Kata

Berbeda dengan saat berbincang melalui sambungan telfon dengan Laura tadi pagi, sore ini Keenan justru menjadi nampak gugup karena ia akan mengungkapkan isi hatinya di hadapan kedua orangtua Laura sekaligus ia akan meminta izin secara langsung kepada mereka bahwa ia akan mempersunting Laura dan akan menjadikan Laura sebagai istrinya nanti, setelah Laura lulus kuliah. "Ra, ada obat penghilang rasa gugup nggakl?" bisik Keenan. "Sekalian obat biar jantungnya enggak berdetak lagi, mau?" tanya Laura. "Tega banget," gumam Laura. "Lagian kamu, tadi pas di telfon sok banget. Kayak enggak ada gugupnya. Pas sudah sampai sini, malah nyari obat penghilang rasa gugup," sahut Laura. Keenan hanya bisa menghela napasnya dengan panjang, sebab ia benar-benar menyesal karena sudah menganggap semua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN