Chapter 76 : Restu

1030 Kata

Duduk di hadapan orang yang nampak sangat berwibawa membuat Laura merasa sedikit canggung. Terlebih, Kavin yang biasanya bersikap santai, malam ini lelaki itu nampak bersikap serius karena adanya sang ayah di rumah. "Setelah selesai makan malam, baru kita bicarakan," ucap Papanya Keenan. Mereka berempat hanya bisa menganggukkan kepalanya dan mulai untuk menyantap makan malam mereka. Bahkan, selama mereka semua menyantap makan malam, tidak ada yang berani bersuara. Hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling bersentuhan dengan piring. Sampai saat mereka semua selesai makan, Papanya Keenan pun mulai mengajukan pertanyaan pada putranya yang hendak meminta restu untuk menikahi Laura itu. "Sudah sampai mana persiapan pernikahannya?" Pertanyaan itu sukses membuat Keenan, Kavin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN