Dhafa tersenyum saat melihat Mutia sedang duduk di depan ruangan fisioterapi. "Akhirnya, dia datang. Dari tadi aku wara-wiri nungguin dia datang." Dengan semangat pria itu menghampiri Mutia. "Halo, kita ketemu lagi." Mutia mendongak, senyum di wajahnya langsung berkembang. "Halo, Mas Madhafa. Lagi istirahat, ya? Atau, jangan-jangan kamu lagi kabur ke sini? Hati-hati loh nanti dicariin sama suster kayak dulu itu." Dhafa terkekeh dan duduk di samping Mutia. "Aku boleh minta nomormu enggak?" tanyanya lalu menyerahkan ponselnya pada Mutia sambil tersenyum. "Buat apa, Mas?" tanya Mutia penasaran dengan kening berkerut. "Kita kan teman. Jadi ... boleh dong ya aku punya nomor kamu," jawab Dhafa lalu lebih mendekatkan ponselnya ke arah Mutia. "Ini, Mut, tuliskan nomormu di ponselku!" "Baik,

