Bab 14. Bulan Madu Pahit

1165 Kata

"Ayo Mama dan Papa antar dan tunggu kamu sampai Jendra datang jemput kamu," ucap Nurma sambil melepas sabuk pengamannya. "Eh, enggak usah, Mah," balas Mutia cepat. "Aku bisa sendiri kok, lagian kata Mas Rajendra dia udah nungguin aku di depan pintu masuk." "Bener?" tanya Panji memastikan. "Jendra beneran nungguin kamu di pintu masuk?" "Iya, Pah. Mas Rajendra bilang gitu, jadi Papa dan Mama langsung pulang saja. Tidak apa-apa saya bisa sendiri kok." Mutia lalu mencium punggung tangan Panji dan Nurma. "Saya pamit, ya Pah, Mah. Assalamualaikum." Mutia lalu turun dari mobil bersama supir keluarga Jendra. "Waalaikumsalam," jawab Nurma dan Panji kompak. "Jangan lupa kabarin Mama kalau kalian udah sampai di Bali ya!" Mutia mengangguk dan tersenyum. "Baik, Mah," balasnya lalu menutup pintu m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN