Saat bibir Jendra sudah berjarak sangat dekat dengan bibir Mutia, tiba-tiba terdengar suara ponsel. Jendra seakan tersadar, dia menatap wajah sang istri yang terlihat memprihatinkan. Mata cokelat yang basah dengan banyaknya air mata, kulit wajah putih mulus yang berubah warna menjadi merah dan bibir ranum miliknya terlihat pucat serta bergetar pelan. Jendra langsung menjauhi tubuh sang istri yang tadi hendak dia nikmati. "Maaf," ucap Jendra pelan, lalu berlari pergi dari kamarnya sendiri. Ketika mendengar suara pintu tertutup, Mutia bangkit perlahan. Jujur, dia merasa lega saat akhirnya Jendra tak jadi menyentuhnya. Istri mana yang mau disentuh saat sang suami sedang emosi dan hilang kendali? Mutia jelas tak ingin terjadi hal yang seperti itu terjadi. Meski sebenarnya di hati kecil Mut

