Sepanjang perjalanan pulang di dalam taxi online, Mutia hanya tertunduk lesu. Wanita muda itu menahan rasa sakit dan perih di hati. Jendra menatap Mutia sekilas, hati kecilnya merasa bersalah, tapi dia buru-buru menepisnya. "Nyatanya dia memang pelayanku, kok. Toh secara negara, namanya belum tercatat menjadi istriku," batin Jendra, lalu kembali fokus bermain game di ponsel. Begitu turun dari taxi online, Mutia memilih kembali ke kamar. Dia ingin menenangkan diri menghilangkan rasa sakit di hatinya. Yang dilakukan gadis itu hanya memeluk bantal sambil menangis. "Kenapa Mas Jendra masih membenciku? Apalagi tadi ketiga pramugari itu menyebut nama Mbak Rinezta," Isak tangis Mutia terdengar pilu menyayat hati. Mutia memandangi ponsel baru yang Jendra belikan. "Aku bersyukur Mas Jendra memb

