Tak butuh waktu lama untuk Mutia menjawab pertanyaan dari Jendra. "Aku ikut Mas Rajendra saja." Mendengar hal itu Jendra tersenyum tipis, sangat tipis. "Ayo buruan!" Mutia mengangguk, lalu menatap Dhafa. "Saya pamit ya, Mas Madhafa. Selamat malam." "Ya, selamat malam, Mutiara. Mimpi indah ya," balas Dhafa dengan senyuman di wajah tampannya. "Kalau kamu enggak bisa tidur, hubungi aku saja, nanti aku ajak kamu jalan-jalan ke sekitar sini." Rahang Jendra kembali mengeras, matanya tajam menatap sahabatnya. 'Sialan! Istri orang pun dia godain!' "Ya, Mas. Permisi." Mutia berdiri lalu berjalan mengekori Jendra. Saat sudah mendekati lift, Jendra menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Mutia. "Kamu sudah ngantuk belum?" tanyanya dengan nada dingin. Mutia menggeleng. "Belum, Mas. Memangn

