Bab 18. Malam Panas Terlarang

1131 Kata

"Mau minum apa, Jen? Kopi atau teh?" tanya Inez ketika mereka berdua baru saja masuk ke dalam kamar. "Air mineral aja, biar enggak ribet dan langsung minum," balas Jendra, dia lalu duduk di sofa. "Kamu beneran liburan sendirian di sini?" "Sama siapa lagi, Jen? Kamu tau kan? Aku tidak punya sahabat dan keluarga, hanya kamu seorang satu-satunya yang aku miliki." Inez memberikan air mineral pada Jendra, lalu duduk di sampingnya. "Aku butuh ketenangan, agar bisa melupakan kamu." Jendra tidak jadi meminum air mineral yang sudah dia buka dan memilih meletakkan botol itu ke atas meja. "Mulai sekarang akan ada aku lagi di sampingmu, Sayang." Jendra meraih pipi Inez, ibu jarinya mengelus bibir ranum wanita itu dan ... cup!!! Tanpa berpikir panjang, Jendra melumat bibir Inez dengan rakus. Matan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN