"Stop, Mas!" teriak Mutia yang baru saja tersadar karena mendengar keributan. "Jangan bertengkar lagi!" Mutia menyikap selimut yang menutupi tubuhnya, berdiri lalu berjalan ke arah Dhafa dan Jendra. Kaos yang dikenakan Mutiara merosot hingga pundak kanannya yang mulus ter-expouse. Kaos itu juga terlihat seperti rok, 20cm di atas lutut. Dengan rambut panjang yang terurai berantakan membuat pesona Mutia kian terpancar. Kedua laki-laki itu terdiam menatap penampilan sederhana Mutia. "Mas Madhafa tidak bersalah Mas Rajendra. Dia yang menolongku tadi, soalnya saya menunggu Mas Rajendra sampai semua toko tutup, jadi saya berinisiatif pulang jalan kaki karena Mas Rajendra tak kunjung datang, maaf ya Mas," jelas Mutia lembut. "Kamu enggak perlu minta maaf sama Jendra, Mut! Kamu enggak salah,

