46 : Pengawal

2500 Kata

Aleya sulit tertidur sejak semalaman, terhitung ia hanya tidur selama dua jam saja, yakni di jam dua pagi lalu terbangun jam empat kala mendengar suara adzan di mushola kompleknya. Buru-buru ia bangkit dari kamar, mengambil air wudhu untuk melaksanakan subuhan. Setelahnya ia membereskan sisa-sisa kaca yang berserakan, Aleya masih tidak habis pikir dengan orang yang tega melakukan semua ini. Beranjak pukul lima pagi, ia membangunkan Altair dan Alesha untuk bersiap ke sekolah. Meski mulai hari ini ia tak mengantar mereka ke sekolah, tapi pasti orang-orang suruhan Johan akan menjemput mereka ke rumah lebih awal. “Mama, tadi Ale mimpi buruk.” Ujar Alesha sambil mengerjapkan mata, wajah khas bangun tidur miliknya terlihat amat menggemaskan. Aleya melipat selimut yang dipakai anak-anakny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN