26 : Hati Yang Patah

1400 Kata

Setelah menghabiskan waktu di zona bermain, Altair dan Alesha pun kelelahan, anak itu juga sudah merasa puas. Tidak tanggung-tanggung, mereka bermain selama tiga jam penuh, dan selama itu pula Hania sudah lima kali bolak-balik ke kasir untuk membeli tambahan koin untuk keponakan-keponakan tersayangnya. “Gimana udah puas atau masih mau main lagi ‘hm?” tawar Hania, saat ini Altair dan Alesha berjalan dengan gontai menuju dirinya. Mereka menggelengkan kepala pelan. “Capek, Aunty. Al jadi laper.” Altair memegang perutnya yang keroncongan, tenaganya habis digunakan untuk bermain berjam-jam. “Makan di rumah ya, udah sore ini.” Jawab Aleya. “Kamu mau ada acara, Leya?” Hania bertanya pada sahabatnya. “Tidak ada, hanya saja kalo Altair sama Alesha keseringan diajak ke luar yang ada bakal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN