19 : Dasi

2100 Kata

Jalanan memang cukup ramai, banyaknya orang yang ingin beraktivitas pagi ini sempat membuat Aleya kepayahan karena ia harus mengejar waktu agar anak-anaknya tidak terlambat. Sebagian titik di jalan sungguh macet luar biasa, Aleya bahkan harus memutar otaknya untuk mencar-cari jalan tikus agar Altair serta Alesha sampai di sekolah tanpa terlambat. Aleya bahkan melupakan fakta bahwa dirinya belum mandi tadi pagi, ia terlalu kalut dengan aktivitas anak-anaknya hingga melupakan dirinya sendiri. Beruntungnya ia sempat menyemprotkan pewangi ruangan tadi subuh, sehingga setidaknya wewangian itu bisa menyamarkan aroma tubuhnya yang belum tersiram air. "Sudah sampai." Pukul tujuh kurang sepuluh menit, Aleya memarkirkan motornya di luar pagar, ia juga membantu Altair dan Alesha untuk turun dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN