Tak sampai membutuhkan waktu lima menit akhirnya Okto telah sampai di rumah keluarga Ardi, karena jaraknya cukup dekat. Pria itu keluar dari mobilnya lalu membukakan pintu belakang, terlihat Hania masih tidak sadarkan diri berada dipangkuan Aleya. "Saya akan mengangkat Hania, Nona." ujarnya. Aleya mengiyakan. "Ya, hati-hati To." Okto mengangkat tubuh Hania dengan hati-hati, ia memperlakukannya dengan selembut mungkin. Di sana masih ada beberapa sepupunya yang tinggal di rumah, mereka terkejut melihat Hania yang pingsan. “Bawa Kak Hania ke kamarnya Om Ardi aja.” Ucap seorang gadis berusia sekitar enam belas tahun, ia adalah salah satu keponakan Ardi. “Baiklah.” Okto mengekori gadis remaja itu menelusuri rumah yang cukup luas ini. Mata Hania mengerjap dengan lemah, ia membuka matan

