33 : Pemakaman

1800 Kata

Mobil yang ditumpangi oleh Aleya telah sampai di depan gerbang rumah keluarga Ardi, perempuan itu melirik ke arah Hania yang mana sedang menekan-nekan kepalanya yang terasa nyeri. “Kita sudah sampai, Nona.” Ujar Mikael, pria baya itu menatap Aleya dan Hania secara bergantian. Aleya mengangguk pelan, ia menghirup napas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Rupanya obat penenang yang diberikan oleh Dokter sudah mulai hilang efeknya, terlihat Hania bergerak dengan gelisah, napasnya juga terdengar memburu. “Leya, aku ingat! Orang yang menelponku tadi, dia bilang kalau Ardi—“ Hania tidak kuasa melanjutkan ucapannya. Sementara itu ia baru sadar kalau dirinya sedang berada di dalam mobil, alhasil Hania mengedarkan pandangan ke jendela luar. Nampaklah rumah Ardi yang telah dipasang tenda ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN