32 : Pergi Melawat

1500 Kata

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, setiap tawa pasti ada tangis, begitupula yang bernyawa pasti akan meninggal. Takdir yang Tuhan gariskan tak dapat ditebak oleh hambanya, orang yang kita sayangi ada waktunya oleh dipanggil sang kuasa. Begitupula diri kita sendiri nantinya, ajal tidak dapat dihindari. Namun, kesedihan mendalam akan dirasakan oleh orang yang ditinggalkannya. Seperti contohnya saat ini, seorang gadis tengah termenung di atas ranjang dengan tatapan kosong menerawang ke depan. Wajah cantiknya yang selalu menghiasi majalah, TV, atau sosial media pun sudah tak terlihat pancar kebahagiaannya. Kakinya ditekuk, dagunya ia sandarkan pada lututnya, sementara itu ia juga duduk menepi di ranjang paling sudut. “Han, kita pergi yuk.” Aleya, perempuan itu dengan super hati-hat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN