Simbok datang membawa segelas air putih, ia melanturkannya pada Aleya. “Ini Non Leya.” Aleya menerimanya dengan senang hati, tak lupa ia juga mengucapkan terimakasih. Simbok dan Anton berdiri tak jauh dari ranjang Hania, gadis itu terlihat linglung dengan tatapan kosongnya. “Han minum dulu.” Ujar Aleya, ia duduk dipinggiran ranjang Hania sambil menatapnya. Hania yang sedang melamun pun hanya menoleh singkat lalu menganggukkan kepala. Aleya membantu Hania untuk meminum minuman itu hingga tandas. “Aku ingat! Tadi ada orang yang menelponku, di-dia berkata kalo Ardi meninggal, katakan padaku kalo ini pasti bohong, iya kan Leya?” Hania seakan teringat kembali dengan kejadian beberapa menit lalu, gadis itu mulai diserang rasa panik. Aleya menelan ludah susah payah, jika begini ia har

