Aleya yang baru saja pulang dari mengantar Altair dan Alesha ke sekolah pun terkejut mendengar kabar duka yang dibawa oleh satpam itu. Helm yang akan ia letakkan pada rak pun terjatuh ke lantai karena si empunya tidak fokus. Aleya termangu ditempatnya selama beberapa menit, pikirannya turut berkecamuk. Hania pasti sangat terpukul atas berita duka ini, Aleya tidak menyangka jika sosok pria sebaik Ardi sudah dipanggil yang maha kuasa terlebih dulu. “Leya, kenapa?” Hartono yang masih berada di rumah pun sampai ke luar mendengar suara bedebum jatuhnya helm. Aleya tersadar dari lamunannya, ia menoleh menatap ayahnya dengan pandangan sedih. “Ardi meninggal.” Ujarnya. “Innalillahi... Ardi tunangan Hania sahabatmu itu kan?” Hartono turut terkejut mendengarnya. Aleya mengangguk. “Iya, Ya

