29 : Kabar Duka

1400 Kata

Pagi menjelang, kicauan burung terdengar, matahari mulai menunjukkan sinarnya hingga merangsek masuk melalui sela-sela jendela. Seorang gadis tengah bergemul dalam selimutnya, mendapati sinar matahari mengganggu tidurnya, ia segera mengerjapkan matanya. Sesaat ia memfokuskan pandangan mata serta mengumpulkan nyawa untuk segera bangkit dari ranjang empuknya. “Sudah pagi.” Gumamnya. Gadis itu menyibak selimut tebal yang membungkus dirinya, ia berdiri dari rebahannya. Dilihatnya AC yang masih hidup dari semalaman, herannya ia sama sekali tidak merasa kedinginan. Hania menguap sekali lagi, matanya masih ingin terpejam. Hari ini masih termasuk cutinya, tapi tak selamanya Hania terus-terusan bergumul dalam kasaur dan bermalas-malasan, setidaknya ia harus beraktivitas agar lebih bisa sema

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN