28 : Menceritakan Ancaman

2000 Kata

Johan berjalan dengan gontai menuju rumah anak-anaknya, ia menghela napas sejenak sambil menyiapkan mentalnya. Hari ini sungguh kacau, semangat kerjanya telah dirusak oleh seorang perempuan bernama Elivera itu. Setelah berhasil mengendalikan emosinya Johan melanjutkan langkah kakinya lagi, hanya di sinilah ia merasa kedamaian. Bertemu anak-anaknya, bertemu dengan Aleya hingga saling banyak bercerita. Johan mengetuk pintu Aleya dengan pelan, terdengar suara tawa Alesha di dalam sana yang kemungkinan besar sedang bermain entah apa. Hati Johan merasa hangat, padahal hanya mendengar suaranya saja, tapi ia mulai tenang. “Ya sebentar.” Suara Aleya menyahut dari dalam. Johan bersabar menunggu perempuan itu membukakan pintu. Aleya yang sedang menemani Alesha menonton TV pun beranjak dari d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN