26

1523 Kata

“Kakak balikin sekopnya!” “Kejar dong!” “KAKAK!” Dariel tertawa lebar ketika melihat wajah Razkana yang sedang cemburut mengejarnya dari belakang. Bocah itu tengah mengambil sekop yang ia curi dari adiknya. Kinara dan Adrian yang melihat tingkah keduanya hanya menggelengkan kepalanya saja. Kedua kakak beradik itu tidak akan berhenti saling menjahili jika belum ada yang menangis. “Kakak balikinn!” seru adiknya malah membuat sang kakak semakin tertawa. “Iya, iya.” Dariel memutar bola matanya ketika melihat wajah Razka yang sudah memerah. Oh, jangan sampai adiknya itu menangis. Jika itu terjadi, butuh waktu lama untuk membujuknya agar berhenti. Setelah mendapatkan sekopnya, bocah itu berlari dengan girang meninggalkan Dariel yang mengeluh. Bola matanya mengarah ke arah ombak pantai yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN