Rianti tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa. Dengan suara berbisik-bisik dia menyatakan keberatan. “Aku udah gak setia sama suamiku dan aku mau balas malam ini dengan betul-betul bikin hatinya senang. Bang Ucok itu lagi suka dengan yang namanya s**s. Tapi dengan kondisi bang Ucok yang sekarang, perlu ada doping. Perlu ada penguat. Itu sebabnya aku butuh serbuk itu. Bukan pil.” Syenni berpikir sebentar. Sebuah ide muncul di otaknya. “Ohhh.... Jadi kalian mau pergi kencannya pada malam ini?” “Iya.” “Ke mana?” “Ke resto Tae Guk.” Syenni memasang mimik muka heran. “Gimana sih? Katanya ini demi supaya malam nanti kamu bisa hot dengan suami. Masa’ perginya ke resto? Kenapa nggak ke diskotik aja?” “Mmm.... nggak tau deh. Bang Ucok maunya ke resto.” “Coba aja kamu bujuk. Kalo mau bener-ben

