Awal Selingkuh

1430 Kata
Rianti yang nggak ngerti ke arah mana ucapan itu hanya ngangguk. Dia lagi nyimak omongan sewaktu matanya nangkep bayangan beberapa pria di pojok ruangan. Langsung ia ngenalin mereka sebagai dua dari empat Oppa yang dia lihat di kolam renang kemarin dan hari ini. Mereka juga ngobrol dan waktu salah seorang dari mereka ngeliat Rianti, dia juga ngomong sesuatu ke temannya dan temannya juga ngeliat ke arah Rianti. Belagak nggak tau, Rianti melengos. Sikap ini disadarin sama Syenni. Dia ngeliat arah pandangan Rianti tadi dan ngeliat dua orang pria Korea itu. “Lu kenal?”   “Nggak. Cuma waktu kemarin gue berenang, mereka ada di kolam.” “Terus?” “Ya udah.” “Ha? Lu nggak ngajak kenalan? Atau gimana gitu?” “Nggak. Buat apa?” “Ayolah. Coba jawab jujur mereka ganteng gak?”   Rianti ngebetulin kacamata minusnya, sekilas ngelirik mereka, dan kemudian noleh lagi ke arah Syenni. “Iya sih.” “Terus, kenapa gak kenalan? Ini Korea. Wajar lah kalo kenalan gitu mah.” Rasa pening akibat alkohol mulai menjadi-jadi. “Lain kali ajah.” “Mau gue kenalin?”   “Lu tau mereka?” “Mereka tinggal di sini. Dan kantor tempat gue kerja juga di sini. Jadi tau lah sama mereka. Yang sipit itu namanya Kim Joo. Yang satunya….” “Semuanya kan sipit.” “Maksud gue, yang baju item namanya Kim Joo. Yang baju merah, Lee Myeung. Gue kenalin ya.”   Rianti mau melarang tapi Syenni udah melambai tangan duluan yang kebetulan langsung keliatan sama yang baju merah. Rianti malu setengah mati ngeliat dua Oppa tadi sekarang ngedatengin tempat mereka.   “Udah lu tenang aja. Yang penting lu harus inget ya, ini Seoul. Jadi jangan bawa budaya dan tabiat asal lu ke sini.”   Mereka langsung kenalan dengan Syenni ngomong pake bahasa mereka. Untung juga dua Oppa ngerti bahasa Inggris sehingga bisa diajak komunikasi. Si baju merah, Lee Myeung rupanya tipikal sama dengan Syenni. Kedua-duanya pecicilan dan cepat banget jadi akrab dan ngoceh kesana-kemari. Rianti hanya ngomong seperlunya dan hanya kalo ditanya tapi mereka nggak terlalu pusingin karena pikirnya Rianti masih baru di sana.   Dalam satu jam ke depan obrolan Rianti pun makin lama makin banyak seiring timbulnya rasa aman dan nyaman bersama teman-temannya yang baru. Ia masih ingat betul apa yang tadi disarankan Syenni bahwa di kota ini ia harus siap dengan budaya dan sifat berbeda. Ini membuatnya - walau sempat sedikit kaget dan merasa tak nyaman - membiarkan tangan Lee Myeung yang duduk di sebelahnya berada di lututnya. Rianti menolak tapi orang itu mengulang perbuatannya. Humor jorok dan kata-k********r yang dibuatnya juga membuat Rianti tidak suka bersama dengan Lee.   *   Fasilitas wifi kecepatan tinggi membuat Ucok mulai betah biarpun seharian tinggal di kamar. Tayangan TV dan internet bikin dia puas untuk browsing dan streaming. Sewaktu ia mencoba-coba ngeakses sebuah situs dewasa yang ia hafal namanya ia kaget karena di sana tak ada blokiran. Matanya langsung jelalatan dan mencari-cari apa yang dia mau.   Ini bener-bener kejutan buat Ucok. Tapi kejutan yang lebih besar lagi adalah bahwa kejantanannya sudah mulai bisa berdiri. Wah, ini jelas kabar gembira buat isteri kalau nanti dia balik dari berenang. Tapi sialnya di saat lagi konak begini Rianti tak ada padahal Ucok sedang ingin membahagiakan dirinya dan mengulang intimacy seperti saat-saat pertama mereka tiba di Seoul.   Obat dari Ha-Jun rupanya mujarab. Sekarang bagaimana cara dia menghubungi isterinya karena Rianti ternyata pergi tanpa bawa ponsel.   Ucok yang nafsu dan merasa kepriaannya sudah balik normal lagi langsung berinisiatif mencari isterinya di kolam renang di rooftop. Sayangnya begitu dia sampai ke sana, kolam renang sudah gelap dan tak ada orang lagi di sana. Isterinya tidak ada. s****n! Entah pergi ke mana Rianti saat itu padahal gairah dirinya sudah di ubun-ubun.   Situasi tak terduga ini membuat dirinya mau tak mau turun lagi ke kamar. Ucok pun browsing lagi menonton video-video dewasa sambil berharap siapa tahu isterinya cepat balik Tapi sampai setengah jam dia di sana Rianti belum juga muncul. Ini membuat dirinya tak tahan. Apalagi video yang dia tonton bener-bener hot dan akhirnya Ucok mengocok sendiri sampai k*****s.   Begitu sudah selesai ia berbaring dan tidur. Kecapekan, dan tidur pulas.     *   Astuti bukannya nggak tau. Dia inget kejadian kemarin waktu nakal pake acara nyentuh nggak sengaja toketnya. Biarpun udah minta-minta maaf dan Astuti juga udah maafin, kejadian itu nggak gampang ilang dari otaknya. Sebagai janda yang masih muda, seger, dan jauh dari frigid, apa yang dialamin adalah kejadian yang sesuatu banget.   Dia suka.   Astuti memang suka dan dia kepingin hal yang sama terulang lagi.            Hari ini sebetulnya sehabis dari pasar dia dijemput . Tapi orang itu ada kendala sehingga nggak bisa ngejemput. Aduh, Astuti jadi sedih karena sebetulnya dirinya udah antisipasi alias nyiapin diri.   Dia udah ngatur supaya Polan tetap nggak ikut. Dia udah ngatur kira-kira mau ngomong gimana selama di jalan. Dan Astuti juga udah ngatur pake baju apa. Sebuah blus biasa tapi agak terbuka supaya ngebuka peluang untuk lebih berani. Sayangnya, nggak muncul.     *   Rianti sudah lima menit lebih di dalam toilet. Dalam obrolan-obrolan seru tadi bersama Syenni, Kim, dan Lee, dirinya sudah tak tahan. Kim yang duduk di sebelahnya sudah melakukan elusan-elusan di lutut dan kemudian merambah naik hingga ke paha. Di tahap itu ia merasa bahwa tindakan Kim sepertinya sudah keterlaluan. Tapi ia ingat lagi saran dari Syenni bahwa bisa jadi itu adalah budaya orang di sini sehingga kalau ia bersikap keras dan menampik itu bukan perbuatan bijaksana karena bisa ngerusak suasana. Kim ikut ngobrol seolah gak ada apa-apa. Tapi waktu tangan Kim udah mulai nyentuh panty alias CD, Rianti udah gak tahan lagi.   Seperti sudah disampaikan dirinya sejak siang tadi sudah h***y – entah kenapa. Lalu ditambah ingatan peristiwa live yang dia tonton di apartemen sebelah, Summerstone Tower 1. Lantas, dia juga sekarang sedang minum minuman beralkohol tinggi. Ditemani teman-teman ‘tak jelas’ di sebelahnya ini membuat panty yang ia pakai basah dari tadi. Kalau sampai Kim menyentuh di areal itu, pasti dia akan tahu basahnya seperti apa, dan dia bisa manfaatkan situasi. Tinggal dirayu sedikit, bawa ke kamar, selesai. Ini yang Rianti tak ingin terjadi. Dia masih sangat cinta Ucok. Dia adalah isteri yang baik dan cincin kawin di jari jadi penanda dan bukti.   Itu membuat  dirinya lantas ke toilet untuk membersihkan diri. Ia mencuci muka untuk penyegaran diri. Saat Rianti hendak mengeringkan panty, dia terkaget melihat betapa panty basahnya minta ampun. Dia sampe tak percaya apakah itu cairan lendir dari dia atau bukan karena dia tak pernah mengalami sampai sebanyak itu. Dan melihat kuyup seperti itu akhirnya ia memutuskan untuk dibuang saja di tempat sampah di sana.   Dia lantas balik lagi ke teman-temannya. Ia tak menyangka ketika tanpa panty, ia justeru jadi makin basah. Gawat. Dan karena waktunya memang sudah kelamaan di sana, dia pamit untuk balik ke kamarnya. Syenni, Kim dan Lee jelas kecewa. Ini membuat Rianti jadi tak enak sendiri. Pada waktu meninggalkan pub rasa tak enak itu makin menjadi-jadi. Melihat raut muka mereka Rianti bisa merasa bahwa dia bisa dicap sombong, sok cantik, sok pintar, tak bisa menyesuaikan diri dengan adat di sana. Pikiran itu membuat dia makin tak enak sehingga saat udah sampai pintu dia membalik badan dan membisik sesuatu ke telinga Kim bahwa besok dia akan berenang lagi sekitar tengah hari.             *   Jam menunjukan jam 8:12 malam. Lampu kamar menyala seadanya alias temaram. Rianti melihat sisa makan malam di meja yang menunjukan suaminya habis makan malam. Melihat suaminya tidur ia langsung masuk kamar mandi. Di bawah guyuran shower, pikirannya membayangkan terus apa yang ia alami di pub. Saat menggosok tubuh itulah, auh, ia heran kenapa merasakan sentuhannya sangat nikmat ketika mengenai dadanya sendiri. Ini aneh sekali buat dia karena tak pernah mengalami seperti ini. Matanya melotot sewaktu lihat p****g dadanya mencuat keras. Dia meraba. Memang keras. Dan nikmat.   Heran, apa yang terjadi pada dirinya sehingga jadi mudah terangsang seperti ini? Apakah Red Wine yang dikonsumsi terlalu banyak? Tangannya lantas bergerak menangkup b*******a kiri dan sengatan itu terjadi lagi. Sengatan nikmat akibat apa yang dinamakan b****i gara-gara segelontor hormon yang tercurah. Ia menekan bagian itu dan nikmatnya makin menjadi-jadi. Dengan rasa kepingin tahu yang besar dia mulai meraba s**********n.   Ahhhh, kenikmatannya makin menjadi-jadi. Dia udah tak tahan lagi dan Rianti akhirnya putusin untuk berhenti mandi.   Begitu sudah mau keluar kamar mandi dia melihat tumpukan pakaian kotor Ucok ada di ember. Di situ pun ada oblong dan boxer. Bermaksud merapihkan, dia ambil pakaian itu. Tangannya kaget saat meraba boxer. Alisnya naik waktu tahu di bagian itu banyak bagian licin. Waktu diperiksa lebih lanjut dia sadar kalau itu adalah pejuh alias m**i suaminya.   Rianti kaget dan sedih. Ucok rupanya m********i.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN