Onderdil Bang Ucok

1399 Kata
    Kenapa hal itu bikin dirinya sedih adalah karena berarti Ucok egois dan hanya memikirkan kepentingin diri sendiri. Suaminya  sudah mulai sembuh tapi ia malah lebih suka bermain sendiri daripada dibagi ke isterinya yang sedang sangat sangat membutuhkan. Rianti menggigit bibir sendiri. Bagi dia ini membuktikan bahwa sebetulnya bagi Ucok dirinya sudah tak menarik lagi. Dia masih jadi pengantin baru tapi suaminya sudah bosan seperti itu! Dan bukannya menyiapkan diri untuk sebuah ML yang indah, laki-laki itu bukannya menunggui dia pulang berenang tapi malah ngorok setelah puas ‘ngecrot sendirian’. s****n!   *   Hari ketujuh di Korea.   Rianti terbangun saat dini hari. Jam menunjukkan pukul 04.04. Ia terbangun karena ingin buang air kecil. Setelah menyelesaikan urusan dan kembali ke ranjang, tiba-tiba saja perasaan itu muncul lagi. Perasaan yang kuat ingin ML alias make love. Ia coba membangunkan Ucok. Tak berhasil. Mencoba dengan cara lain, dia mencium bibir suaminya.   Berhasil, Ucok bangun dengan sambil mengantuk. Melihat isterinya ada di samping dan mengobrol sambil melihati dirinya, Ucok memberikan senyum.   “Ke mana aja?”   “Kan berenang.”   “Abang tadi ke sana koq gak ada?”   Waduh, Rianti kaget juga isterinya mencek segala. Kalau dia berkata jujur bahwa dia ke pub, bisa berabe. Mau tak mau dia harus mengibul.   “Mungkin saat itu Mama lagi nyelam.” “Abang di sana 10 menit lho. Emang kamu bisa nyelam 10 menit?”   Terpaksa Rianti musti mengibul lagi. “Abang kan 10 menit di sana nggak liat kolam terus. Bisa aja pas Abang melengos, Rianti nongol lagi buat ambil udara. Begitu Abang liat kolam lagi, Rianti lagi nyelam lagi. Gitu terus. Keluar masuk, Bang.” “Oh ya udah,” Ucok ngalah sambil nguap. “Baaang,” panggilnya panjang dan berirama dengan manja. “Nge-sek yuk?” “Di mana?” “Di sini lah.” “Kapan?” Sambil mendesis dan menggigit bibir Rianti ngejawab. “Sekarang. Udah gak tahan.” Mendadak Rianti sudah menduduki suaminya. Mengambil posisi WOT alias Woman On Top. “Eit eit, gorden jendela belum ditutup.” Rianti melihat ke arah gorden. Betul gorden lebar dan panjang yang menutupi bukan hanya jendela tapi dinding kaca di kamar belum ditutup. Ini membuat mereka bisa melihat pemandangan apartemen sebelah dan sebaliknya orang dari apartemen sebelah juga bisa lihat kamar mereka. Mendadak Rianti teringat peristiwa waktu menunggu lift dimana dia bisa melihat ada orang bermain ‘solo’ di apartemen sebelah. Dan gadis itu sepertinya tak peduli kalau ada orang yang melihat. Dan – ini yang Rianti pikir – kalau dirinya yang lakukan itu sepertinya hampir tak mungkin. “Gordennya gak usah ditutup ah. Mama udah gak tahan.” Kemudian, dengan penuh gaya yang sengaja dibikin s*****l, dia menarik daster satinnya ke atas. Srettt…. Tubuh indahnya sudah terpampang di depan Ucok karena di balik kain memang hanya ada p******a indah dengan p****l mencuat yang jauh lebih indah. Dengan nafas mendengus Rianti menunduk mendekati Ucok, memberi ciuman di pipi, hidung, dan tentu saja di mulut. Dia mulai galak dan mulai meraba-raba. Saat nafsunya makin bergejolak, lahhh, tahu-tahu dia mendengar Ucok mengorok lagi. Buset! Rianti melotot. Dirinya sudah bergaya begini hot dan banyak pria melotot tapi suaminya ternyata hanya mengabaikan begini saja? Dengan lemas dia membanting tubuhnya di samping Ucok. Matanya hanya bisa melihati langit-langit kamar. Dan Rianti pun menangis lagi. Menangis karena merasa dikhianati suami sendiri yang tak mau tahu kebutuhan dirinya yang besar. Kepalanya sudah mau pecah akibat tak kuat menahan gejolak nafsunya sendiri dan suaminya enak-enakan saja tidur. Kalau pun dia tidak tidur, dan ada stok m**i di zakar, dan paling-paling itu dibuang-buang begitu aja seperti yang dilakukan sore tadi. Membayangkan itu Rianti makin sedih. Tak menyangka honeymoonnya seperti ini. Tak berkesan, tak enak, malah menyengsarankan. Memikirkan hal itu lama-lama membuat Rianti capek. Dia masih belum memakai lagi daster satinnya yang tadi dia copot dan sekarang jatuh di lantai. Rianti malas mau mengambil lagi. Ia melihati pentilnya yang bertengger di ujung dadanya yang membusung. Hitam, mencuat, dengan areola yang melebar. Antara kasihan dan iseng dia nyentuh organ tubuh itu. Mm… nikmat. Dia menyentuh lagi. Eh dia merasakan nikmat yang sama. Rianti sekarang mencubit. Awww, lebih nikmat ternyata. Dia sekarang menekan, meremas payudaranya sendiri. Nikmat sekali. Dalam lima menit berikutnya dia pun mulai memainkan buah dadanya sendiri. Ganti berganti, kanan dan kiri. Main raba, elus, gosok, pelintir. Mulutnya Rianti terbuka dan mulai mengeluarkan rintihan. Di lima menit berikutnya dadanya makin ‘dianiaya’ yang membuat rintihannya makin keras dan menjadi-jadi. Hidungnya kembang-kempis menahan hasrat gelora. Di lima menit berikutnya tangannya bergerak. Kali ini mengarah ke s**********n. Uhhh, sudah amat basah di sana. Dan ada sejuta kenikmatan biarpun dia hanya memberi sentuhan kecil. Mencoba menambah kenikmatan ia bermain di labia. Saat kenikmatan menjadi-jadi, jarinya kini bermain. Mengelus permukaan sampai kemudian dengan keberanian besar ia menelusup jari terpanjangnya sedalam mungkin. Gila! Nikmat sekali. Dan keterampilan fingering ini berlangsung terus dan membawa Rianti dalam pengalaman m********i pertamanya sampai k*****s.               *             Di balik wajah innocentnya Ha-Jun sebetulnya seorang psychomaniac. Dirinya adalah seorang penjahat walau mulanya ia adalah seorang suami yang baik dari isterinya. Mereka hidup di sebuah rumah mungil dan baik dirinya maupun Moon Hye, isterinya, hidup cukup bahagia. Mereka tidak mempermasalahkan walau belum dikarunia anak hingga empat tahun usia pernikahan mereka.   Setelah bertahun-tahun hidup dalam kontrakan, mereka kemudian pindah ke sebuah flat dimana di situ mereka bersosialisasi dengan warga yang sudah lebih dulu ada. Keluguan Ha-Jun dan isteri dengan cepat dimanfaatkan suami-isteri Heung yang tinggal di samping unit flat mereka.   Heung ternyata adalah seorang penggoda wanita, termasuk sekalipun itu adalah isteri dari orang lain. Dan ulah Heung ini didukung isterinya yang paham akan sifat psycho suaminya. Isteri Heung yang pasrah dengan sikap suaminya, bahkan dipaksa suaminya untuk membantu mewujudkan harapan-harapannya. Jadi, bekerjasamalah mereka berdua. Mereka adalah pasangan yang tidak suka ngelihat kerukunan suami-isterij. Mereka lalu berusaha menghancurkan keluarga Ha-Jun. Kedua orang itu menyusun rencana sampai kemudian situasi perlahan berubah. Dimulai dengan acara makan bersama, nonton bersama, Heung langsung dianggap sahabat.   Alangkah lugu dan bodohnya Ha-Jun karena gagal menangkap niat terselubung mereka yang jahat bahwa mereka hendak merusakkan rumah tangganya, dengan mulai mengubah mental Moon. Indoktrinasi berjalan terus non stop. Mereka hanya butuh waktu dua bulan untuk secara rutin mengindoktrinasi dan mengubah pandangan Moon Hye. Isteri Ha-Jun yang mulanya kolot diindoktriansi tiap hari sambil diminumkan obat yang pada akhirnya membuat nilai-nilai ketahanan dan kesetiaan sebagai isteri makin meluntur. Teknik yang mereka lakukan sangat hebat. Moon Hye diatur untuk akhirnya berani berselingkuh dengan orang lain.   Ketika hal itu diketahui Ha-Jun, tentu saja ia amat kecewa. Ia kecewa karena isterinya telah bersikap tidak setia. Namun ia tetap ingin bersama Moon. Sayang, keinginan itu tak dipenuhi karena isterinya itu tak ingin lagi bersama Ha-Jun dan meninggalkannya ke kota lain. Ini menjadi pengalaman traumatis yang berat bagi Ha-Jun.   Dan sejak itu timbul dendam dalam dirinya. Dendam untuk mengubah pasangan suami-isteri yang tengah rukun-rukunnya, untuk berpisah. Menurutnya, pasangan seperti itu sebetulnya penjahat. Mereka berpura-pura manis tapi tujuan akhirnya adalah menghancukan rumah tangga orang lain. Karena itu mereka harus dilawan secepatnya. Dan pasangan suami isteri yang tengah honeymoon, Ucok dan Rianti, adalah targetnya yang sempurna   Ucok telah mengkonsumi obat yang memang sudah pasti akan membuat dirinya pulih. Tapi tidak akan cepat karena kandungan obat tidurnya cukup gede. Itu efek pertama, tidur. Efek kedua, kepriaannya masih berfungsi. Cuma begitu udah ngecrot, akan butuh waktu lama banget buat Ucok pulih lagi dan siap tempur lagi. Kasian.   Istilahnya, sekali udah dipake, onderdil Ucok yang satu ini udah harus langsung turun mesin lagi alias butuh waktu lama sebelum siap pakai. Itulah efek kedua. Gak ada masalah serius yang membahayakan nyawa dengan obat semacam itu. Yang bahaya justeru adalah obat yang diberikan pada Rianti. Itu bukan suplemen vitamin tapi Rianti mau saja menerima bualannya bahwa pil yang dia konsumsi tiap pagi adalah suplemen vitamin. Ini sudah berlangsung empat hari sejak Rianti meminum pil pertama. Dan sejak waktu itu sudah ada perubahan berarti.   Rencananya berjalan mulus. Rencana untuk mengacaukan mereka berdua. Keinginan itu udah jadi obsesi si maniak ini sejak hari pertama bertemu. Dan demi memantau serta untuk memuluskan rencana, udah sejak dua hari ini diam-diam dia udah pasang micro hidden camera di beberapa titik di kamar mereka.   Melalaui tangkapan layar di gadgetnya yang dipancarkan melalui hidden camera, subuh ini menjadi bukti bahwa rencananya berjalan baik. Ia hanya menonton ketika Rianti yang terjerat nafsu dengan sia-sia mencoba membangkitkan gairah suaminya. Ucok bukan hanya gagal tapi malah ngorok. Menimbulkan kekecewaan yang kemudian disusul dengan tindakan Rianti yang terpaksa ‘solo karier.’
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN