23. Saya Berjanji

1678 Kata

Satria menepati janjinya, saat ini pria itu sedang membawa Sekar kembali ke pusat kota. Sepanjang perjalanan tidak hentinya Sekar tersenyum lebar, wanita itu terlampau bahagia akhirnya dirinya bisa bebas dan keluar dari villa terkutuk itu meskipun dengan resiko besar yang akan dihadapinya yaitu menikah dengan Satria. “Kau, tidak lelah? Tersenyum terus dari tadi?” Tanya Satria pada Sekar yang dari tadi tak melepaskan senyumannya dari bibirnya. Sekar hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. “Aku tau, kau terlalu bahagia tentang pernikahan kita. Tapi tersenyum setiap saat juga tidak baik.” Lanjut Satria. Sekar tidak memperdulikan perkataan pria itu, ia tidak mau suasana hatinya rusak hanya karena menanggapi bualan Satria. Hatinya terlampau bahagia karena sebentar lagi dia akan berte

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN