Tok tok tok! "Masuk!" "Maaf, Pak. Ada yang ingin bertemu Bapak." Ujar sekretaris Al pelan. Wanita itu menunduk takut. Ekspresi Al yang belakangan seperti singa luka menciutkan nyalinya. "Siapa?" "Hallo, Al!" "Om Ben?" Al terkesiap lalu bangkit dengan wajah sumringah. Ia menyalami pria yang rambutnya sudah memutih itu dengan takzim lalu memeluknya erat. "Udah besar ya, kamu. Dulu kalian masih kecil-kecil waktu Om bawa ke Timezone!" Seru Ben menepuk-nepuk bahu Alfaraz. "Time flies so fast, Om. Silahkan duduk." Al mengajak sahabat papanya itu duduk di sofa. Ia menyingkirkan kertas-kertas yang tadinya berjajar di atas meja kaca di depannya. Ia melonggarkan dasi yang mencekik lehernya. "Apa kabar, Om? Sehat? Maaf, saya belum sempat mengunjungi Om dan Tante lagi. Terakhir kita bertemu e

