Pukul sembilan malam, Fara mulai beranjak ke kamarnya setelah tadi berkumpul dengan keluarga. Sam masih tinggal di bawah bersama Ian dan Al, mendengar petuah dari si bujang lapuk yang sama sekali belum berpengalaman tetapi ceramahnya mampu membuat kuping panas. Rafael sendiri telah di bawa oleh Hanna dan Antonio. Anaknya itu sangat betah berada di rumah orang tua Ian. Antonio begitu memanjakan Rafael dengan bermacam-macam mainan hingga beberapa kali ia menginap di sana, ia menjadi sangat kerasan. Tubuhnya terasa amat lelah. Ingin ia segera berbaring di ranjang empuk di kamarnya. Tetapi sebelum itu, Fara ingin merileks kan diri sejenak dengan berendam air hangat sebelum tidur. Ia berjongkok membuka koper kecil yang ia siapkan dari semalam dan mencari piyama tidurnya. Matanya membelalak k

