"Apa-apaan ini? Kenapa jadwal saya jadi berantakan begini? Kamu niat nggak sih kerja disini?" Bentak Al pada sekretarisnya yang terlihat menunduk ketakutan. Bukan rahasia lagi, Al terkenal galak dan tidak mentolerir kesalahan sekecil apapun, akan tetapi tidak pelit memberi apresiasi maksimal untuk setiap prestasi bawahannya. Fara geleng-geleng kepala dari jauh melihat kelakuan Al. "Maaf, Pak." Wanita itu menunduk memandang ujung sepatunya. "Maaf, maaf! Kamu pikir maaf bisa bikin saya jadi amuba, membelah diri menghadiri rapat di dua tempat sekaligus?" "Abang! Marah boleh tapi nggak segitunya juga, kali?" Bisik Fara jengah. Walaupun di kantor Al adalah bossnya, tetap saja harusnya Al menggunakan etika jika berhadapan dengan karyawannya. Fara kasihan dengan wanita itu yang terlihat h

